18 Bandar Narkoba Dieksekusi Mati Di Era Jokowi

Hukum  KAMIS, 13 JULI 2017 , 13:19:00 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

18 Bandar Narkoba Dieksekusi Mati Di Era Jokowi

Budi Waseso/Net

RMOL. Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat sudah 18 teridana mati yang dieksekusi dalam tiga tahun terakhir. Khususnya di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Atas perintah Pak Presiden Jokowi, telah dieksekusi terpidana narkotika beberapa waktu lalu. Meski menuai kontroversi dari pihak asing, sebanyak 18 terpidana mati baik WNA maupun WNI kasus narkotika telah dieksekusi," ungkap Kepala BNN Komjen Polisi Budi Waseso (Buwas), Kamis (13/7).

Hal itu dikatakan Buwas dalam sambutannya di acara puncak Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2017 di Plaza Tugu Api Pancasila, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Sejak awal masa pemerintahannya, kata Buwas, Jokowi menyatakan perang besar terhadap narkoba. Jokowi menyatakan, Indonesia berada dalam situasi darurat narkoba. Terbukti dengan langkah tegas dalam menerapkan eksekusi teridana mati kasus narkotika.

"Salah satu yang dieksekusi adalah Freddy Budiman. Gembong narkotika kelas kakap di Indonesia yang kerap terlibat kasus-kasus penyelundupan narkotika dari mancanegara. Meski pun (Freddy) tengah mendekam di jeruji besi," papar Buwas.

Menurut Buwas, tindakan tegas itu perlu dilakukan guna mencegah dan memberantas Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Termasuk prekursor narkotika yang menjadi ancaman kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Melalui peringatan HANI 2017, masyarakat diharapkan dapat memaknai bentuk keprihatian terhadap P4GN. Sehingga dapat membentuk gerakan untuk menyadarkan seluruh umat manusia di dunia.

"Hal ini menggelorakan semangat membara dalam sebuah kebersamaan seluruh komponen bangsa. Sebagai upaya melawan kejahatan narkotika," pungkasnya.

Peringatan HANI 2017 mengusung tema, LISTEN FIRST : Listening to children and youth is the first step to help them grow healthy and safe. Dengan kata lain, "Mendengarkan suara hati anak-anak dan generasi muda merupakan langkah awal untuk membantu mereka tumbuh sehat dan aman dari penyalahgunaan narkotika."

Acara ini dimeriahkan berbagai hiburan seperti penamplilan band lokal Slank, paduan suara Maradika UI, aksi permainan alat musik dari para peserta rehabilitasi narkoba Lido, Bina Vokalia, dan akan ada aksi dari anjing pelacak dari unit K-9 milik BNN.

Selain Buwas, hadir juga Menkopolhukam Wiranto yang mewakili Jokowi dari kabinet kerja II. Serta beberapa pejabat negara lainnya dari instansi BNN, Polri, TNI, Kementerian, Pemprov DKI, hingga organisasi masyarakat dan anggota Pramuka. [rus]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

RABU, 10 MEI 2017 , 19:03:00

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

JUM'AT, 25 AGUSTUS 2017 , 13:30:00

Peluang Investasi Sumatera Barat

Peluang Investasi Sumatera Barat

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 , 16:03:00