Gerbong Romi yang Serang Markas PPP Diponegoro

Politik  MINGGU, 16 JULI 2017 , 20:55:00 WIB | LAPORAN: SAEFUL ANWAR

Gerbong Romi yang Serang Markas PPP Diponegoro

PPP/Net

RMOL. Kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Nomor 60, Menteng, Jakarta Pusat, yang dikuasai gerbong Djan Faridz, dirusak oleh kelompok PPP di bawah komando Romahurmuziy (Romi).

Hal tersebut sebagaimana pengakuan Sekjen DPP PPP gerbong Romi, Arsul Sani dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu malam (16/7).

Dikatakan Arsul, puluhan kader dan anggota organisasi sayap PPP, yakni Angkatan Muda Ka'bah (AMK), GPK dan lain-lain ingin masuk ke Kantor DPP PPP Jalan Diponegoro.

"Tetapi kantor tersebut justru dijaga sekelompok orang yang patut diduga preman yang telah menyiapkan berbagai senjata tajam," kata Arsul.

Keinginan mereka untuk masuk lantaran kantor DPP PPP itu seharus digunakan untuk kegiatan partai berlambang Ka'bah di bawah kepemimpinan Romi. Sebab, Romi lah yang memiliki SK Menkumham. Sedangkan satu-satunya legalitas kepengurusan Djan Faridz di PPP selama ini adalah Putusan Kasasi MA No. 601/2015.

"Putusan Kasasi tersebut telah dibatalkan oleh MA dengan Putusan PK No. 79/2017 yang diputus pada bulan Juni 2017 lalu, sehingga tidak ada lagi legalitas apapun yang dimiliki oleh Djan Faridz Cs untuk terus mengklaim diri sebagai pengurus DPP PPP dan menduduki kantor pusat PPP di Jalan Doponegoro," kata Anggota Komisi III DPR itu.

Tak hanya itu, selain dibatalkannya legalitas Djan Faridz oleh Putusan PK MA tersebut, PT TUN Jakarta juga menolak gugatan Djan Faridz untuk pembatalkan SK Menkumham tentang kepengurusan DPP PPP hasil Muktamar Pondok Gede 2016 di bawah Ketua Umum Romahutmuziy, sehingga SK Menkumham tentang kepengurusan DPP PPP di bawah Romi tersebut sah sepenuhnya.

"Atas dasar hal-hal itu, maka akar rumput dan jajaran PPP meminta kepada DPP PPP untuk menyurati Djan Faridz agar menyerahkan kantor secara baik-baik seminggu sebelum lebaran, sekaligus berhenti untuk terus memecah belah partai dengan masih mengaku-mengaku sebagai DPP PPP," kata dia.

Namun, lanjutnya, sampai dengan saat ini tidak ada respons apapun atas surat permintaan tersebut, sehingga menimbulkan ketidakpuasan diantara akar rumput dan kader.

"Akar rumput dan kader akhirnya mengambil jalannya sendiri dengan datang ke kantot pusat PPP Jalan Diponegoro untuk meminta agar kantor diserahkan. Disanalah terjadi keributan, namun dilerai dan ditengahi oleh aparat kepolisian," kata Arsul.

"Dengan demikian yang terjadi, barangkali adalah upaya dari para kader dan akar rumput PPP yang tidak rela kantor partainya terus menerus diduduki oleh mereka (kelompok Djan Faridz) yang tidak memiliki keabsahan untuk mempergunakannya," tukasnya.

Kantor PPP yang selama ini dikuasai Djan Faridz diserang sekitar 80 orang dinihari tadi. Atas kejadian itu, kantor yang bersebelahan dengan markas DPP PDI Perjuangan itu mengalami kerusakan. [war]

Komentar Pembaca
Janggalnya Kasus Novel

Janggalnya Kasus Novel

RABU, 26 JULI 2017 , 19:00:00

Koalisi SBY-Prabowo Untuk 2019

Koalisi SBY-Prabowo Untuk 2019

SELASA, 25 JULI 2017 , 17:00:00

Gerindra Boikot Pemilu 2019

Gerindra Boikot Pemilu 2019

SENIN, 24 JULI 2017 , 17:00:00

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

RABU, 10 MEI 2017 , 19:03:00