Sekda: Penggunaan Anggaran OPD Harus Realistis

Daerah  SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 , 16:36:00 WIB | LAPORAN: PETRI SIKUMBANG

Sekda: Penggunaan Anggaran OPD Harus Realistis

Foto: Humas Pemko Padang

RMOL. Pemerintah Kota (Pemko) Padang adakan Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah, tentang perubahan Anggaran Pendapatan Belajan Daerah (APBD) 2017 di Aula Bagindo Aziz Chan, Balaikota Padang, Senin (11/9).

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Asnel; Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Andri Yulika; pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Padang dan perwakilan dari masyarakat.

Dalam kesempatannya saat diwawancara oleh media ini, Sekda Asnel mengatakan, Alokasi belanja daerah Kota Padang pada perubahan APBD 2017 naik sebesar Rp. 123,43 Miliar (5,52%), yang semula sebesar Rp. 2.235 triliun menjadi Rp. 2,358 triliun.

"Setiap tahun, belanja untuk pembangunan selalu mengalami peningkatan, hal ini karena Pemko Padang selalu berupaya untuk mensejahterakan masyarakat. Hal itu tergambar dengan naiknya anggaran belanja langsung dari semula sebesar Rp. 1,140 triliun menjadi sebesar Rp. 1,278 triliun atau naik sebesar 137,29 miliar (12,03%)," ujar Asnel.

Sedangkan kata Asnel, belanja tidak langsung turun dari semula sebesar Rp. 1,094 triliun menjadi Rp. 1,080 triliun atau turun sebesar Rp. 13,864 miliar (1,27%).

"Terkait hal tersebut OPD harus mampu menggunakan anggaran secara efektif dan efisien, dan diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Serta hal-hal yang telah menjadi prioritas Pemko Padang dan untuk itu diharapkan dapat diselesaikan sebaik mungkin," ujar Asnel.

Selain itu, Asnel juga mewanti-wanti seluruh pimpinan OPD untuk mengikuti pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2017 pada 13 sampai 15 September mendatang di Kantor DPRD Kota Padang.

"DPRD tidak akan membahas Ranperda Perubahan APBD jika pimpinan OPD tidak hadir langsung. Jadi, pembahasan tersebut tidak boleh diwakilkan. Dan tidak ada Pimpinan OPD yang keluar daerah selama pembahasan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPKA Kota Padang Andri Yulika juga menjelaskan, pada perubahan APBD 2017, pendapatan daerah semula ditargetkan sebesar Rp. 2,158 triliun menjadi Rp. 2,203 triliun atau naik sebesar Rp. 44,227 miliar (2,05%). Pendapatan Asli Daerah semula Rp. 490,93 miliar menjadi Rp. 601,35 miliar atau naik sebesar Rp. 110,42 miliar (22,49%).

"Sedangkan, dana perimbangan semula sebesar Rp. 1,507 triliun turun menjadi Rp. 1,426 Triliun atau turun sebesar Rp. 80,46 Miliar (5,34%), penurunan ini akibat adanya pengurangan penyaluran sebagian dana alokasi umum sebesar Rp. 19,67 miliar, dan pengalihan dana alokasi umum ke Silpa sebesar 60,84 miliar," kata Andri.

Disisi lain kata Kepala BPKA Andri, dana bagi hasil pajak atau bagi hasil bukan pajak, semula sebesar Rp. 78, 104 miliar naik sebesar Rp. 50,01 juta (0,06%) sehingga menjadi Rp. 78,15 miliar yang berasal dari pajak cukai tembakau. Pendapatan daerah lain-lain yang sah, semula sebesar 160,97 miliar naik menjadi Rp. 175,28 miliar atau naik sebesar Rp. 14.31 miliar akibat adanya bantuan keuangan yang bersifat khusus dari Provinsi Sumatera Barat.

"Sosialisasi ini diadakan untuk memberikan informasi terkait hak dan kewajiban pemerintah daerah serta masyarakat dalam melaksanakan APBD tahun anggaran direncanakan," tungkasnya. [pet]


Komentar Pembaca
Waspada, Gas 12 Kg Suntikan!

Waspada, Gas 12 Kg Suntikan!

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Golkar Resmi Utus Nurul Arifin

Golkar Resmi Utus Nurul Arifin

RABU, 20 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Menteri PUPR Bersihkan Danau Rawa Pening

Menteri PUPR Bersihkan Danau Rawa Pening

SABTU, 16 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

RABU, 10 MEI 2017 , 19:03:00

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

JUM'AT, 25 AGUSTUS 2017 , 13:30:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 14:40:00