Industri Ritel Hidup Segan Mati Tak Mau

Toko-toko Terus Berguguran

Ekbis  RABU, 20 SEPTEMBER 2017 , 09:16:00 WIB

Industri Ritel Hidup Segan Mati Tak Mau

Foto/Net

RMOL. Satu per satu toko ritel mulai berguguran. Pengusaha mengungkap penyebabnya adalah turunnya jumlah pembeli. Industri ritel hidup segan, mati tak mau.

Wakil Ketua Umum Aso­siasi Pengusaha Ritel Indone­sia (Aprindo) Tutum Rahanta mengaku, industri ritel memang dalam tren penurunan. "Salah satu penyebabnya memang pem­beli yang sepi," ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut dia, minat masyarakat untuk berbelanja mulai menu­run sejak bisnis online mulai berkembang. "Tapi pengaruh jualan online tidak terlalu ber­pengaruh besar. Hanya perlu ada terobosan jika ingin tetap bertahan," katanya.

Namun, penutupan satu toko juga bisa jadi merupakan strategi pengusaha ritel untuk mengem­bangkan gerainya di daerah lain. "Ini bisa termasuk strategi juga. Mungkin di daerah lain akan dikembangkan karena lebih ba­gus potensinya," tuturnya.

Tutum mengatakan, saat ini konsumen sangat beragam dan ter­us berubah. Perubahan itu terjadi baik dari sisi pendapatan maupun kebutuhannya. Hal ini yang harus diimbangi baik dari pusat perbe­lanjaan maupun peritel.

Bagi pengusaha ritel, kata dia, ada pertimbangan bila in­gin menyewa tempat di pusat perbelanjaan. Paling utama adalah terkait dengan traffic pengunjung yang bagus atau ramai didatangi. Selain itu, fak­tor harga sewa yang wajar juga menjadi pertimbangan.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey mengungkapkan, indus­tri ritel masih mampu bertahan di tengah situasi seperti apa pun. "Jadi, Matahari yang menutup dua tokonya tak serta-merta dapat dikaitkan karena bisnisnya tak mampu bertahan, begitu pun pe­rusahaan ritel lainnya," ujarnya.

Sekalipun kehadiran e-com­merce dinilai tak memberikan ancaman berarti, tapi perlu disadari bahwa industri ritel harus menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi saat ini. "Jadi itu artinya kita harus mengikuti zamanlah ya, mengi­kuti perubahan atau teknologi yang berkembang dan jaman yang berubah," tandasnya.

Ketua Umum Himpunan Pe­nyewa Pusat Belanja Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduan­sjah mengatakan, kondisi pen­gunjung pada masing-masing pusat belanja atau mal berbeda-beda. Biasanya, mal di lokasi tertentu saja yang masih mampu bertahan dan bisa menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

"Mal yang sepi ada, yang ra­mai juga ada. Yang ramai secara keseluruhan mal yang lokasinya bagus. Tenant-nya juga brand-nya kuat sehingga tetap ramai," ujar dia.

Meski demikian, Budi tidak membantah jika secara umum saat ini kunjungan masyarakat ke pusat belanja cenderung menurun, terutama saat hari kerja. Hal ini tentu saja juga berdampak pada tenant di dalam pusat belanja tersebut.

"Secara umum mal kalau Sabtu-Minggu ramai. Hanya saja, saat ini hari biasa terjadi penurunan traffic dibandingkan dulu. Sehingga omzet yang dulu hari biasa lumayan, sekarang menurun," kata dia.

Hal Biasa

Menteri Perdagangan Eng­gartiasti Lukita mengungkap­kan, daya beli masyarakat tidak mengalami permasalahan berarti hingga menyebabkan beberapa ritel menutup gerai offline-nya. Adanya penutupan gerai pada sebuah mal adalah hal yang bi­asa dalam bisnis ritel. "Ada yang tutup ada yang buka, jangan dilihat hanya yang tutup. Yang tutup tentu ada alasannya. Saya punya gerai saya tutup misalnya, tapi saya buka di tempat lain," ujar Mendag.

Menteri Keuangan Sri Mu­lyani Indrawati menyatakan, akan mengobservasi tutupnya toko ritel. Pihaknya juga akan meneliti kemungkinan penyebab tutupnya ritel modern, termasuk kemungkinan karena perubahan pola konsumsi masyarakat.

"Kalau ada perubahan dari para retailer, entah itu dari sisi present atau kehadiran secara fisik versus kegiatan-kegiatan retailer yang lain, kami akan lihat saja di mana letaknya. Apakah ini menunjukkan perubahan dari pola masyarakat berkonsumsi dan lain-lain," kata Sri.

Meski demikian, terkait ke­mungkinan menjadi tanda-tanda lesunya ekonomi, Sri Mulyani mengatakan bahwa data perpajakan saat ini masih menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi positif. Bahkan pertumbuhannya lebih baik.

Sebelumnya, P TMatahari Department Store Tbk yang memutuskan untuk menutup dua gerainya di Pasaraya Blok M dan Manggarai pada akhir Sep­tember 2017. Tutupnya 2 toko tersebut disebut sebagai strategi bisnis perseroan. ***


Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

RABU, 10 MEI 2017 , 19:03:00

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

JUM'AT, 25 AGUSTUS 2017 , 13:30:00

Peluang Investasi Sumatera Barat

Peluang Investasi Sumatera Barat

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 , 16:03:00