Publik Ingin JK Dampingi Jokowi Lagi, Golkar Beri Lampu Hijau

Politik  MINGGU, 08 OKTOBER 2017 , 19:40:00 WIB | LAPORAN: PETRI SIKUMBANG

Publik Ingin JK Dampingi Jokowi Lagi, Golkar Beri Lampu Hijau

Roem Kono/RMOL

RMOL. DPP Partai Golkar tidak menolak atau memberi lampau hijau jika publik menginginkan Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali mendampingi Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Begitu tegas Ketua DPP Partai Golkar, Roem Kono menanggapi hasil survei terbaru yang dirilis Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), hari ini (Minggu, 8/10). Dalam survei itu, masyarakat masih ingin agar Jokowi tetap berduet Jusuf Kalla.

Roem Kono menjelaskan bahwa sampai saat ini, Golkar masih berkomitmen mendukung Jokowi sebagai calon presiden di Pilpres 2019.

"Iya (Jokowi), itu adalah posisi kita saat ini," ujar Roem Kono di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Minggu (8/10), seperti dikutip Kantor Berita RMOL.

Sementara urusan wakil, Roem Kono menjelaskan bahwa urusan pendamping, Golkar akan menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi. Jika Jokowi bersedia untuk berpasangan dengan JK kembali, maka Golkar akan memberikan lampu hijau alias mendukung pilihan tersebut.

"Wakilnya pasti yang terbaik, soal apakah Pak JK kan dikembalikan ke beliau, apakah bersedia atau tidak," terangnya.

Hasil survei KedaiKOPI menjelaskan, sebanyak 15, 1 persen masyarakat masih ingin agar Jokowi tetap berduet Jusuf Kalla.

"Rakyat masih menempatkan nama M. Jusuf Kalla di tempat teratas 15,1 persen sebagai cawapres Jokowi," jelas Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio dalam keterangannya.

Selain nama JK, ada juga yang memilih agar Jokowi berdampingan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (13,4 persen), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (12 persen), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (10,1 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (7,5 persen), Kapolri Jenderal Tito Karnavian (6 persen), Sri Mulyani (4,8 persen), Kepala BIN Budi Gunawan (0,8 persen), dan nama-nama lainnya (13,8 persen). Sisanya menjawab tidak tahu.

Adapun pengambilan data survei dilakukan dengan wawancara tatap muka yang melibatkan 800 responden. Survei digelar mulai dari 8 hingga 27 September 2017. Margin of error (MoE) survei ini plus minus 3,5 persen. [pet]


Komentar Pembaca
Titiek Soeharto Berpeluang Pimpin Golkar

Titiek Soeharto Berpeluang Pimpin Golkar

RABU, 13 DESEMBER 2017 , 15:00:00

Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

SABTU, 02 DESEMBER 2017 , 17:00:00

Aneh! Rakyat Menjerit, Elektabilitas Melejit

Aneh! Rakyat Menjerit, Elektabilitas Melejit

JUM'AT, 01 DESEMBER 2017 , 15:00:00

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

RABU, 10 MEI 2017 , 19:03:00

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

JUM'AT, 25 AGUSTUS 2017 , 13:30:00

Peluang Investasi Sumatera Barat

Peluang Investasi Sumatera Barat

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 , 16:03:00