Potensi Panas Bumi di Sumbar Harus Dimanfaatkan

Nusantara  KAMIS, 12 OKTOBER 2017 , 12:35:00 WIB | LAPORAN: PETRI SIKUMBANG

Potensi Panas Bumi di Sumbar Harus Dimanfaatkan

Net

RMOL. Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) M. Nurnas mengatakan, pemanfaatan panas bumi atau geothermal sudah menjadi tren pemenuhan kebutuhan energi listrik banyak negara di dunia dewasa ini.

"Pemanfaatan geothermal sudah dilakukan oleh banyak negara di dunia. Potensi ini cukup efektif untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang ramah lingkungan," kata Nurnas, di Kantor DPRD Sumbar, Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang, Rabu (11/10).

Di Sumatera Barat, potensi panas bumi terdapat di beberapa daerah. Diantaranya di Solok Selatan, Solok dan Pasaman. Potensi ini harus dimanfaatkan dengan maksimal untuk dijadikan pemasok energi listrik sehingga kebutuhan listrik bisa terpenuhi.

M. Nurnas juga menambahkan, yang sudah digarap saat ini adalah potensi panas bumi di Kabupaten Solok Selatan. Diperkirakan, tahun 2018 sudah mulai memproduksi energi listrik. Sedangkan di Kabupaten Solok, masih mengharapkan mendapat dukungan dari masyarakat.

"Penolakan tersebut karena masyarakat khawatir keberadaan proyek geothermal akan merusak lahan pertanian," ujar Nurnas.

Kondisi yang sama kata Nurnas, penggarapan potensi panas bumi di Solok Selatan juga pernah ditolak oleh masyarakat. Namun, setelah diyakinkan oleh pemerintah dan jaminan dari investor, proyek tersebut dapat berjalan.

"Buktinya, setelah proyek itu berjalan dan akan berproduksi tahun depan, tidak ada masalah yang ditimbulkan berupa kerusakan terhadap lingkungan di area tersebut," kata Nurnas.

Menurutnya, pemerintah Kabupaten Solok hendaknya dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman bahwa pengembangan potensi panas bumi tidak menimbulkan kerusakan. Masyarakat juga hendaknya dapat menerima dan mendukung, seperti di Kabupaten Solok Selatan yang sudah berjalan.

Dia mencontohkan, pengelolaan panas bumi di Gunung Salak, Jawa Barat. Hingga saat ini, tidak ada permasalahan lingkungan yang ditimbulkan karena hadirnya proyek panas bumi di daerah tersebut. Panas bumi juga telah dikembangkan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jerman.

Sementara itu anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumbar Erman Mawardi menambahkan, panas bumi merupakan sumber energi alternatif dan sangat dibutuhkan saat ini. Untuk itu, proyek tersebut dapat diterima oleh masyarakat tanpa penolakan.

"Penolakan ini mungkin karena komunikasi, mungkin ada sosialisasi yang kurang pas sehingga masyarakat tidak mendapat informasi yang bisa dipahami. Pemerintah dan investor harus memberikan penjelasan lagi kepada masyarakat," saran Erman Mawardi.

Dalam kontek perizinan, Erman menegaskan, pemerintah pusat tentunya sudah melakukan kajian sebelum memberikan izin kepada investor untuk menggarap panas bumi tersebut. Termasuk yang paling penting adalah kajian soal dampak lingkungan. [pet]


Komentar Pembaca
Deddy Mizwar Kepingin Dipinang PDIP

Deddy Mizwar Kepingin Dipinang PDIP

SENIN, 16 OKTOBER 2017 , 15:00:00

Korban Penggusuran Ragukan Janji Anies-Sandi

Korban Penggusuran Ragukan Janji Anies-Sandi

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 21:00:00

Anies-Sandi Bakal Dapat Gelar Pembohong

Anies-Sandi Bakal Dapat Gelar Pembohong

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 17:00:00

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

RABU, 10 MEI 2017 , 19:03:00

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

JUM'AT, 25 AGUSTUS 2017 , 13:30:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 14:40:00