Perjalanan Burmalis Ilyas Menyusuri Restoran Minang di Eropa.

Ekbis  KAMIS, 11 JANUARI 2018 , 02:34:00 WIB

Perjalanan Burmalis Ilyas Menyusuri Restoran Minang di Eropa.
RMOL. Sambil menyelam, minum air. Sambil liburan, tugas organisasi juga dikerjakan. Itulah yang dilakukan Burmalis Ilyas dalam mensosialisasikan Minang Diaspora Network Global (MDN-G). Executive Director MDN-G itu bersilaturahmi dengan Adriano, seorang tokoh dan admin komunitas perantau Minang se Eropa di Lugano, Swiss, Selasa (9/1-2018).

Alhamdulillah, Bapak Adriano menyambut baik kehadiran MDN-G,” sebut Burmalis via ponselnya. Dan  komunitas perantau Minang se Eropa juga siap mensinergikan kegiatan mereka dengan MDN-G,” ucap Burmalis Ilyas sembari menjelaskan bahwa Andriano adalah perantau asal Painan, Pesisir Selatan yang mengelola sebuah restoran masakan China di Lugano, Swiss.

Ini adalah peluang dan tantangan bagi kita dalam memasarkan kuliner dan produk-produk Minang, termasuk peluang investasi di Eropa,” tambah dia.

Burmalis mengatakan komunitas perantau Minang se Eropa setiap tahun selalu mengadakan acara temu kangen, dan bahkan berencana Pulang Basamo sekali setahun.

 Nah, ini bisa kita sinergikan dengan program MDN-G,” ujarnya.

Program MDN-G, lanjut dia, untuk mendorong perantau/pengusaha Minang go internasional. Karena orang Sumbar punya makanan khas yang telah mendunia yaitu, Rendang. Bahkan telah menjadi brand sebagai makanan terlezat di dunia.

 Kita juga punya banyak perantau Minang yang tersebar di seluruh dunia yang memiliki jiwa entrepreneurship, terutama di bidang kuliner dan perhotelan,” ucap politisi Gerindra itu.

Saat ini, kuliner Minang dengan brand Masakan Padang sudah menjadi masakan nasional, karena di semua kota Indonesia ada masakan Padang,” tegasnya. Rumah makan atau restoran Sederhana, Natrabu, dan Simpang Raya adalah beberapa brand masakan Padang yang terkenal,” jelasnya.

Burmalis juga menjelaskan, saat ini juga sudah ada beberapa resto Minang di kota-kota besar dunia, seperti Salero Minang Uni Erita di Den Haag Belanda, Resto Minang Uni Yanti di Qatar, Pondok Buyung, Warung Ita, Indonesia Sumatera Cafe di Australia dan lainnya sebagai perintis resto Minang di luar negeri.

Ini adalah bukti bahwa resto Minang bisa eksis di kota-kota besar dunia. Di bidang perhotelan, juga banyak orang Minang yang sukses dan memiliki beberapa jaringan hotel besar, salah satunya Hotel Sofyan,” ujar Burmalis lagi.

Untuk itu pula kata Burmalis bahwa saat ini sudah waktunya bagi pengusaha Minang untuk Go Internasional karena telah punya sumber daya, jaringan dan pemasaran.

Dengan potensi yang ada, termasuk jaringan internasional yang terus kita bangun, sudah saatnya orang Minang go internasional. Sudah saatnya juga kita menghadirkan kuliner dan hotel Minang, yang sekaligus sebagai pusat promosi dan pemasaran produk dan peluang investasi Sumbar di kota-kota besar dunia,” demikian keterangan Burmalis Ilyas langsung dari Eropa. (jef)


Komentar Pembaca
PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

RABU, 10 MEI 2017 , 19:03:00

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

JUM'AT, 25 AGUSTUS 2017 , 13:30:00

Peluang Investasi Sumatera Barat

Peluang Investasi Sumatera Barat

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 , 16:03:00