Lisda Hendrajoni : Yang Dipatenkan Hanya Logo Merk Dagang Kata 'Batik Tanah Liek' Boleh Dipakai Masyarakat.

Budaya  JUM'AT, 26 JANUARI 2018 , 10:23:00 WIB

Lisda Hendrajoni : Yang Dipatenkan Hanya Logo Merk Dagang Kata 'Batik Tanah Liek' Boleh Dipakai Masyarakat.
RMOL. Usaha pemerhati produk budaya untuk menggugat paten sepihak batik tanah liek menjadi merk dagang berbuah hasil. Dirjen Kekayaan Intelektual, Kemenkum HAM RI membalas surat yang mereka bawa ketika mendatangi kementerian itu dua hari yang lalu.

Kemarin malam mereka menggelar konferensi pers di Kafe Weekend, kawasan Pondok, Padang, Kamis (25/01). Konferensi pers itu menjelaskan maksud surat dari HAKI kepada masyarakat, khususnya pengrajin batik tanah liek agar tidak perlu risau atas pengklaiman produk budaya tersebut jadi milik pribadi.

Sejumlah tokoh budaya, akademisi dan penggiat kerajinan tradisional hadir dalam konferensi itu. Diantaranya, guru besar Fakultas Ilmu Budaya Unand Prof Herwandi, budayawan Sumbar Am Yosef Datuak Gadang, Dosen ISI Padang Panjang DR Indra Irawan,  pengrajin batik tanah liek Muhammad Iqbal dan ketua Dekranasda Pesisir Selatan Lisda Hendrajoni yang ditunjuk menjadi ketua delegasi yang tempo hari mendatangi Kemenkum HAM RI.

Lisda Hendrajoni membacakan surat balasan dari Dirjen Kekayaan Intelektual, Kemenkum HAM RI yang dikirimkan oleh ketua LKAAM Sumbar Sayuti Datuak Rajo Penghulu beberapa waktu lalu. Surat itu menjawab surat yang dilayangkan LKAAM Sumbar atas klaim sepihak produkbudaya batik tanah liek.

Dalam surat bernomor : HKI.4-HI.06.06.06-27/2018 itu menerangkan bahwa Dirjek HAKI masyarakat pengrajin batik tanah liek yang terjadi di wilayah Sumatera Barat sekarang ini terkait dengan somasi yang dilakukan pemilik merek (logo merk yang didaftarkan di HAKI) terdaftar ini, hal ini seharusnya tidak terjadi.

Bahwa merk (gambar logo merk dagang yang didaftarkan ke HAKI). Jadi yang terdaftar di HAKI adalah logo merk. Sedangkan kata Tanah Liek tersebut menerangkan jenis barang tidak dapat dikualifikasi sebagai merk,” kata Lisda membacakan surat balasan dari Dirjen HAKI tersebut.

Lisda menjelaskan bahwa surat dari Dirjen HAKI ini telah menjelaskan bahwa yang dipatenkan menjadi merk dagang hanyalah logo berbagai produk kerajinan, bukan kata tanah liek dalam berbagai bentuk produk.

Jadi para pengrajin tradisional dan pengrajin produk budaya tidak perlu resah lagi terkait klaim sepihak dari seorang pengrajin batik tanah liek. Karena yang diakui oleh Dirjen HAKI sebagai paten hanyalah logo merk dagang bukan kata Tanah Liek”. Karena kata Tanah Liek” dapat dipergunakan oleh masyarakat warga masyarakat Minangkabau,” terang istri bupati Pesisir Selatan itu menjelaskan maksud surat.

Mantan pramugari kepresidenan itu mengatakan bahkan gerakan yang dia lakukan bersama tokoh adat, budayawan, akademisi dan pekerja seni tradisional itu mendapat dukungan dari gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan ketua Dekranasda Sumbar Nevi Irwan Prayitno.

Pak Irwan dan Bu Nevi mendukung langkah-langkah untuk mengembalikan batik tanah liek yang merupakan produk budaya dan kearifan lokal Minangkabau menjadi milik masyarakat Sumbar,” kata Lisda.

Lisda menyebutkan bahwa batik tanah liek merupakan warisan budaya Minangkabau yang harus kita jaga dan dilestarikan oleh masyarakat Minang. Dan merupakan ekspresi budaya tradisional kearifan lokal.

Tugas kita adalah melindungi warisan budaya itu agar tidak punah dan untuk kita wariskan kepada generasi yang akan datang. Jadi tidak boleh dimonopoli,” demikian penjelasan ketua PKK Pesisir Selatan itu. (jef)



Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

SABTU, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

JUM'AT, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#VLOGNEWS: Upacara di UBK, Prabowo Dapat Star of Soekarno
PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

RABU, 10 MEI 2017 , 19:03:00

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

JUM'AT, 25 AGUSTUS 2017 , 13:30:00

Peluang Investasi Sumatera Barat

Peluang Investasi Sumatera Barat

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 , 16:03:00