Begini Kronologi Uang Suap Walikota Kendari.

Nusantara  SABTU, 10 MARET 2018 , 00:11:00 WIB

Begini Kronologi Uang Suap Walikota Kendari.

Ilustrasi/net.

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan perkembangan penanganan dugaan suap Walikota Kendari Adriatma Dwi Putra dalam kasus pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Kendari tahun 2017 hingga 2018.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemukan lokasi uang sebesar Rp 2,8 miliar yang diduga disembunyikan atas perintah Adriatma.

"Tim KPK sejak saat itu terus mendalami dugaan suap tersebut. Melalui serangkaian kegiatan tim di lapangan dan atas informasi dari masyarakat dan organisasi masyarakat sipil di Kendari, tim berhasil menemukan lokasi disembunyikannya uang tersebut," ujarnya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (9/3)

Dirinya menuturkan kronologi sampai KPK dapat menemukan uang tersebut. Berawal dari penarikan uang sejumlah Rp 1,5 miliar dari Bank Mega di Kendari oleh staf PT. SBN pada hari Senin (26/2).

Kemudian uang tersebut dibawa ke sebuah tempat milik pengusaha HAS (Hasmun Hamzah) yang merupakan Direktur Utama PT SBN. HAS diduga menambahkan Rp 1,3 mlliar sehingga uang menjadi Rp 2,8 miliar dan mengemasnya dalam sebuah kardus.

Uang tersebut pada Senin malam (26/2) diserahkan kepada W untuk dibawa ke sebuah lapangan tempat yang telah disepakati antara HAS dengan ADR.

Di tempat yang disepakati tersebut W memindahkan kardus uang dari mobilnya ke mobil K yang menjadi perantara kedua. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WITA dengan lampu mobil yang dimatikan.

Kemudian membawa uang tersebut ke rumah l (orang dekat ADR) di Kendari. I yang sedang berada di Jakarta saat itu menghubungi S yang sedang berada di rumah dan meminta S untuk menerima kardus berisi uang tersebut.

K dan S kemudian mengganti kardus pembungkus uang tersebut dengan kardus lain dan memasukkan kardus berisi uang itu ke dalam kamar l.

"Atas perintah ADR, uang tersebut tetap disimpan di dalam kamar I hingga tim menemukannya pada Rabu (7/3) sekitar pukul 11.00 waktu setempat," tukasnya.

Tim KPK kemudian mengamankan uang pecahan Rp 50 ribu senilai total Rp 2.798.300.000 tersebut dan sebuah mobil yang digunakan K untuk membawa uang. Saat ini mobil disita dan dititipkan di Polda Sultra (Sulawesi Tenggara) untuk kebutuhan pembuktian dalam penanganan perkara. (rmol)

Komentar Pembaca
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

RABU, 10 MEI 2017 , 19:03:00

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

JUM'AT, 25 AGUSTUS 2017 , 13:30:00

Peluang Investasi Sumatera Barat

Peluang Investasi Sumatera Barat

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 , 16:03:00