Senator Sumbar: Alahan Panjang Harus Memerlukan Keberpihakan Khusus Bukan Hanya Sekedar Janji

Kabupaten Solok  MINGGU, 05 AGUSTUS 2018 , 14:11:00 WIB

Senator Sumbar: Alahan Panjang Harus Memerlukan Keberpihakan Khusus Bukan Hanya Sekedar Janji

Nofi Candra/Net

RMOL. Kunci dari keberhasilan swasembada bawang merah yakni penataan dan penumbuhan sentra produksi yang tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa.

"Saat ini hamparan bawang merah dalam skala luas tak lagi hanya dijumpai di Brebes, Cirebon atau Nganjuk, tapi sudah menyebar di Solok, Bali, Bima, Sumbawa, Belu, Malaka, Maluku Tenggara, Enrekang, Tapin dan daerah lainnya," kata Dirjen Hortikultura Suwandi saat berkunjung ke Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sabtu (4/8).

Kabupaten Solok kini menjelma menjadi kawasan produksi bawang merah terbesar di Sumatera dengan luas panen lebih dari 7.300 hektar/tahun. Khusus di Kecamatan Lembah Gumanti saja mencapai 4.600 hektar lebih.

"Ini sebuah hal yang luar biasa. Kesuksesan Solok saat ini tak lepas dari peran kunci Mentan Amran dalam membangkitkan gairah petani setempat untuk memperluas areal tanam bawang merah, sejak 2016 lalu," ujar Suwandi. 

Menanggapi hal tersebut, Senator asal Sumatera Barat (Sumbar) Nofi Candra juga angkat bicara, sudah bertahun-tahun kami memperjuangkan agar Alahan Panjang mendapat perhatian khusus dari pemerintah, bukan sekedar pujian dan janji.

"Setahun lalu bahkan saya menemani para perwakilan petani Alahan Panjang bertemu menteri, tapi belum ada tindak lanjut sampai hari ini. Semoga kali ini Dirjen memberikan sesuatu yang berarti bagi Alahan Panjang," tutur Nofi.

Nofi juga berharap, Alahan Panjang tidak sekedar memproduksi bawang untuk kebutuhan lokal. Bagi petani katanya, menjual bawang di tingkat lokal kurang menjanjikan karena kerab diterjang harga murah. Alahan Panjang harus pula menjadi zona produksi bawang untuk diekspor ke luar negeri, seperti yang baru-baru ini berhasil dilakukan Brebes. 

"Solusi untuk tetap mendapat margin besar dari bertani bawang salah satu yang paling mungkin adalah dengan mengekspornya. Dengan eskpor bawang ke pasar luar negeri, petani bawang akan mendapat margin keuntungan yang pantas karena berkemungkinan harga akan sangat tinggi. Di laur negeri seperti Singapore,  misalnya, daya beli masyarakatnya berkalilipat dibanding di sini,  sehingga harga komoditas yang memiliki keunggulan komparatif seperti bawang sangatlah layak," ucap Nofi.

Disamping itu, Nofi juga mengatakan untuk bisa sampai menghasilkan bawang yang akan diekspor tentu membutuhkan kebijakan khusus dan keberpihakan fiskal khusus, serta berbagai insentif-insentif khusus yang akan mendorong petani Alahan Panjang untuk bekerja lebih baik dan menghasilkan bawang dengan kualitas dunia.

Tapi Nofi sangat menyayangkan, pemerintah terlihat seperti setengah hati dalam membangun Alahan Panjang. Pemerintah datang, kemudian memuji dan berjanji, lalu tidaklanjutnya belum juga terlihat. 

"Yang dibutuhkan di Alahan Panjang saat ini adalah perangkat regulasi khusus dan keberpihakan fiskal khusus dari pemerintah pusat, agar Alahan Panjang semangkin bergairah untuk berproduksi. Saya mengusulkan agar status Kawasan Ekonomi Khusus Pertanian atau Agrobisnis disematkan ke kawasan Alahan Panjang, agar semua kebutuhan perangkat regulasi dan fiskal bisa diberikan," pungkasnya. [***]


Komentar Pembaca
Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

SELASA, 16 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

SELASA, 16 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Pidato Game Of Thrones Isyarat Main Dua Kaki

Pidato Game Of Thrones Isyarat Main Dua Kaki

SENIN, 15 OKTOBER 2018 , 21:00:00

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

RABU, 10 MEI 2017 , 19:03:00

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

JUM'AT, 25 AGUSTUS 2017 , 13:30:00

Peluang Investasi Sumatera Barat

Peluang Investasi Sumatera Barat

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 , 16:03:00