Dalam Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Badko HMI Sumbar Gelar Ngopi

Ekbis  KAMIS, 01 NOVEMBER 2018 , 23:18:00 WIB

Dalam Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Badko HMI Sumbar Gelar Ngopi

Foto: Badko HMI Sumbar

RMOL. Dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, Badan Koordinasi  Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar 'Ngobrol Pintar (Ngopi)' di Wisma HMI/KAHMI Sumbar, Jalan Hang Tuah 158, Padang, Rabu 31/10.

Kegiatan ngopi dengan tema "Demokrasi Indonesia Dari Kacamata Pemuda Sumatera Barat" itu menghadirkan empat pembicara, yakni Ketua Umum Badko HMI Sumbar Wendi Juli Putra, Ketua Umum PKC PMII Sumbar Rodi Indra Saputra, Ketua Umum DPD IMM Sumbar Ryan Hidayat dan Inisiator Akasi Kamisan Padang & Founder Teras Literasi Dori Asra Wijaya.

Noprido yang merupakan Kabid Perguruan Tinggi dan Kepemudaan (PTKP) Badko HMI Sumbar megatakan, kegiatan ngopi ini juga dihadiri oleh Perwakilan Persedium KAHMI Sumbar Emma Yohanna dan Pengurus HMI Cabang se-Sumbar.

Untuk itu, Noprido juga berharap diskusi-diskusi yang melibatkan OKP dengan tema yang berbeda hendaknya selalu kita lakukan demi memberikan masukan dan rekomendasi kepada pemerintah dengan tujuan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia," harapan Rido.

Dalam kesempatan yang sama, Persedium KAHMI Sumbar Emma Yohanna sangat mengapresiasi acara tersebut, karena sudah menjadi kewajiban kaum muda untuk mengarahkan politik indonisia ini mau dibawa kemana.

"Saya selaku kaum muda juga akan selalu mendukung kegiatan pemuda yg seperti ini, biar jauh dari LGBT," ujar Emma Yohanna yang akrab disapa uni Emma tersebut.

Dalam pemaparan, Dori Asra Wijaya mengatakan tema yang diangkat oleh Badko HMI Sumbar untuk memperingati Sumpah Pemuda menarik. "Ada yang perlu kita pahami tentang Sumpah Pemuda dan generasi milenial", ujarnya.

Karena kata Dori, peserta, pengawas bahkan penyelenggara pemilu tidak lagi memberikan pencerdasan kepada masyarakat sehingga hal ini sangat buruk bagi demoksrasi indonesia.

Pada Kesempatan yang sama, Wendi Juli Putra mengungkapkan penerapan demokrasi di Indonesia sebernarnya sudah baik, hanya saja belum terkonsolidasi. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator.

Pertama, masih adanya kelompok-kelompok yang kurang sepakat dengan gaya demokrasi yang dijalankan pemerintahan hari ini. Kedua, banyaknya masyarakat yang mengeluh tentang sistem demokrasi yang berjalan hari ini di imdonesia. Ketiga, dalam hitungan beberapa bulan lagi Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi 5 tahunan. Semua unsur sudah ada seperti peserta, pelaksana, pengawas, pengaman. Akan tetapi masih saja kita lihat belum profesional dalam menjalankan fungsinya.

"Pemilu di Indonesia tinggal lebih kurang lima bulan lagi, tapi kita lihat di masyarakat tidak banyak yang dilakukan oleh penyelenggara baik itu tentang pengawasan, sosialisasi sistem maupun aturan main dalam," pungkasnya. [adm]



Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 19:00:00

Ma

Ma"ruf Amin Dilaporkan Ke Bawaslu

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

RABU, 10 MEI 2017 , 19:03:00

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

JUM'AT, 25 AGUSTUS 2017 , 13:30:00

Peluang Investasi Sumatera Barat

Peluang Investasi Sumatera Barat

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 , 16:03:00