BPOM dan Kadis Pangan Sumbar Rakor Dengan DKP Pasbar.

Kabupaten Agam  KAMIS, 22 NOVEMBER 2018 , 21:22:00 WIB

BPOM dan Kadis Pangan Sumbar Rakor Dengan DKP Pasbar.
RMOL. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) melalui Dinas Ketahanan Pangan,melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Ketahanan Pangan (DKP) di Aula Kantor Bupati Pasbar,Kamis (22/11)

Rakor dibuka secara resmi oleh Bupati Pasaman Barat, H. Syahiran yang diwakili oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Pasbar Drs Irwan.

Kemudian juga tampak hadir Kepala Dinas Pangan Sumbar Ir Efendi  MP, BPOM Sumbar Dra Ernanetti Apt, Camat se-Pasbar, Pengurus DKP, Unit Pelaksana Teknis Dinas Ketahanan Pangan dan Wali Nagari.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasbar Syahwir SH dalam sambutannya mengatakan, keadaan ketahanan pangan masyarakat Pasbar pada saat ini sudah mulai membaik,namun belum optimal.

Masih banyak ditemui dilapangan  bahan makanan yang mengandung  zat berbahaya yang mengancam jiwa masyarakat yang bebas dijual di pasaran seperti formalin,borak, insektisida dan sebagainya.

"Kendati demikian, pemerintah telah memberikan perhatian  dan berbagai dukungan dalam bentuk pengawasan terhadap keamanan pangan yang telah dijabarkan dalam Pergub Sumbar No 18 Tahun 2017 dan ditindak lanjuti oleh SKBupati,"kata Syahwir.

Melalui Rakor ini,bisa menghasilkan rumusan sebagai langkah pengambil kebijakan  ketahanan pangan untuk mendorong masyarakat untuk tidak menggunakan zat berbahaya yang digunakan dalam proses pembuatan makanan dan sayuran.

Kepala Dinas Pangan Sumbar Ir Efendi MP dalam materinya menyebutkan,keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis,kimia dan benda lain yang dapat membahayakan kesehatan manusia.Serta tidak bertentangan dengan agama dan budaya masyarakat sehingga aman untuk di konsumsi

"Penanganan keamanan pangan  belum efektif disebabkan sistem pembinaan dan pengawasan elum berkembang,kelembagaan terbatas,SDM terletih terbatas dan lemahnya penegakan hukum,"ucapnya.

Lebih jauh dia menjelaskan,proses pembuatan makanan saat ini banyak memakai zat berbahaya seperti borag, formalin,zat pewarna dan insektisida.Zat tersebut sangat mematikan organ tubuh manusia yang dapat menimbulkan penyakit.

Makanan yang sering memakai zat tersebut adalah  bakso tusuk,permen karet dan mie instan dan ikan kering sangat mematikan organ pencernaan tubuh manusia terutama anak-anak.

"Dengan belum efektifnya kemanan pangan,diharapkan keamanan pangan tanggung jawab bersama baik pemerintah,produsen pengelola pangan maupun konsumen,agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,"pintanya.

Sementara itu Dra Ernanetti Apt dari BPOM Sumbar menyebutkan air kemasan yang dijual di pasaran seperti Aqua,lemineral,Jeje,SMS dan sebagainya layak dikonsumsi karna sudah diproses ozonisasi dan strelisasi.

"Jadi jangan takut meminum air kemasan,karna tidak menimbulkan penyakit dalam tubuh kita,"ucapnya.

Dijelaskannya,saat ini banyak masyarakat menyalahgunakan boraks,bleng,piier,air ki, yang digunakan untuk mie basah,bakso,lontong,siomai,ketupat,pangsit dengan tujuan agar tekstur lebih kompak (kenyal) dan memperbaiki penampakan.

"Zat tersebut sebetulnya digunakan untuk deterjen,antiseptik dan pembunuh kuman.Bila dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kanker,"ujanya panjang lebar.(ron)

Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

RABU, 10 MEI 2017 , 19:03:00

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

JUM'AT, 25 AGUSTUS 2017 , 13:30:00

Peluang Investasi Sumatera Barat

Peluang Investasi Sumatera Barat

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 , 16:03:00