Anggota MPR RI Ajak Guru Honor Jadikan Pancasila Sebagai Pedoman Kehidupan Berbangsa

Nusantara  SABTU, 24 NOVEMBER 2018 , 12:37:00 WIB

Anggota MPR RI Ajak Guru Honor Jadikan Pancasila Sebagai Pedoman Kehidupan Berbangsa

RMOL/Net

RMOL. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar Sosialisasi Empat Pilar, yakni Pancasila, UUD Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI yang bekerjasama dengan Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Kota Bandung di Gedung Indonesia Menggugat, Kamis (22/22).

Kegiatan yang dihadiri oleh 300 orang guru-guru honor se-Kota Bandung itu menghadirkan beberapa pembicara, diantaranya Anggota MPR RI Emma Yohanna, anggota DPR RI Fraksi Gerindra Shodiq Mutjahid dan anggota DPR RI Fraksi PKSHermanto.

Ketua FKGH Kota Bandung, Yan Yan mengatakan bahwa guru adalah sosok yang penting di masyarakat, guru adalah agen perubahan di masyarakat.

"Saya mengajak guru honor mampu menyebarkan Empat Pilar MPR RI kepada keluarga dan masyarakat. Dengan demikian guru honor ikut mempertahankan negara indonesia," ujar Guru SD Bandung Raya ini.
 
Yan Yan berharap agar pemerintah pusat memperhatikan nasib guru honorer dengan mengangkat menjadi PNS dan memberikan tunjangan yang lebih layak bagi kehidupan guru.

Dalam kesempatannya, Anggota MPR RI Emma Yohanna mengatakan bahwa pancasila adalah perekat persatuan bangsa indonesia yang memiliki beragam suku, etnis dan agama. Untuk itu perlunya sosialisasi  pancasila secara terus menerus kepada masyarakat dan generasi muda agar mereka memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam memperkuat eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Yang terpenting adalah penerapan nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya bahwa setiap warga negara percaya kepada ketuhanan yang maha esa, nah, itu tidak lagi perlu diperdebatkan supaya kehidupan masyarakat aman dan damai," kata Senator asal Sumatera Barat ini.

Emma Yohanna juga mengajak guru-guru sebagai garda terdepan dalam pembentukan karakter generasi penerus bangsa menjadikan pancasila sebagai pedoman dalam membentengi setiap prilaku anak yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa.

Dalam kesmpatan yang sama, Shodiq Mutjahid anggota DPR RI Fraksi Gerindra, juga mengatakan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia perlu pedoman dalam menjalankannya yaitu pancasila agar kehidupan berjalan secara teratur dan damai.

"Para Sultan-sultan dengan penuh keiklhasan menyerahkan wilayahnya untuk menjadi NKRI. Saatnya kita mencintai negara ini penuh keiklhasan dengan cara menjaga persatuan dan kerukunan," ujar Shodiq.

Kemudian Hermanto anggota DPR RI Fraksi PKS mengatakan bahwa paham fanatisme kedaerahan harus diwaspadai, agara bangsa indonesia tidak terpecah belah. Indonesia berada posisi strategis dengan kekayaan alamnya yang banyak akan membuat pihak lain tidak senang akan persatuan.

"Makanya fanatisme ini sengaja dimunculkan agar rasa nasionalisme bangsa indonesia berkurang. Tugas kita semua  mengingatkan bersama pentingnya rasa nasionalisme kepada masyarakat," pungkasnya. [adm]


Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

RABU, 10 MEI 2017 , 19:03:00

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

JUM'AT, 25 AGUSTUS 2017 , 13:30:00

Peluang Investasi Sumatera Barat

Peluang Investasi Sumatera Barat

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 , 16:03:00