Surat Terbuka Balqis Untuk Presiden Jokowi Tentang Nasib Ayahnya Yang Sekarang Dihukum

Kabupaten Pasaman  SENIN, 03 DESEMBER 2018 , 21:30:00 WIB

Surat Terbuka Balqis Untuk Presiden Jokowi Tentang Nasib Ayahnya Yang Sekarang Dihukum

Balqis Ufairah Syahira Nasution/Net

RMOL. Siswi SD Negeri 05 Tonang Raya Kabupaten Pasaman, Balqis Ufairah Syahira Nasution membuat surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo. Surat terbuka yang dibuat oleh gadis berusia 10 tahun ini berisi tentang nasib ayahnya yang dihukum gara-gara menolak aktivitas tambang dikampung halamannya.

Gadis cilik itu berharap kepada Presiden Jokowi untuk membebaskan sang ayah, Mardiwal, dan keempat terdakwa lain dari segala tuntutan hukum.

Menurutnya, ayahnya yang dituduh sebagai provokator sama sekali tidak bersalah. Bahkan saat terjadinya kerusuhan yang mengakibatkan terbakarnya dua kendaraan polisi, sang ayah menurutnya tidak berada di lokasi.

Surat ini saya kirim kepada Presiden Jokowi, agar ada keadilan untuk ayah dan teman-temannya.

"Saya berharap Pak Presiden bisa membebaskan ayah saya, karena saya butuh ayah di samping saya. Saya masih kecil," kata Balqis.

Berikut surat terbuka yang ditulis Balqis untuk Presiden Jokowi tersebut:

Surat Terbuka..
Kepada Yth,
Bapak Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia

Assalamu'alakum Wr. Wb.
Dari lubuk hati yang paling dalam, saya bermohon pada Bapak Jokowi agar bisa membebaskan ayah saya dan keempat temannya dari jeratan hukum yang tidak mereka lakukan. Berawal dari permasalahan tambang emas yang dikelola oleh PT Inesco Jaya Makmur (IJM) di kampung kami yang ditolak kehadirannya karena tidak ada izinnya, Pak Presiden. Tapi kenapa ayah saya dan temannya yang hanya melindungi kampung kami justru malah dihukum? Apa kami salah, Pak Presiden? Di mana letak kesalahan kami, Pak Presiden?

Apakah kami harus kehilangan ayah karena ketamakan penguasa dan pengusaha, Pak Presiden? Apakah saya tidak pantas untuk hidup di kampung halaman kami sendiri, Pak Presiden? Tolonglah perjuangan kami warga Simpang Tonang, Pak Presiden. Saya masih kecil, Pak, saya masih butuh sosok orang tua untuk mendampingi masa kecil saya.

Saya masih butuh sosok ayah, Pak Presiden, dalam hidup saya. Kami hanya orang kecil, Pak. Di kampung kehidupan hanya petani, Pak, jadi tolong jangan ganggu kehidupan kami; kami sudah cukup nyaman dengan keindahan alam, sejuknya udara dan pegunungan yang indah.

Tolong, Pak Presiden, bebaskan ayah saya dan teman-temannya. Mereka berlima tidak bersalah, Pak Presiden Jokowi. Terima kasih atas pengertian Bapak, saya ucapkan terima kasih.

Balqis Ufairah Syahira Nasution
#savesimpangtonang.
[adm]


Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

PDIP Turun Tangan Bantu Ahok

RABU, 10 MEI 2017 , 19:03:00

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

Catatan Harian Gubernur Sumatera Barat

JUM'AT, 25 AGUSTUS 2017 , 13:30:00

Peluang Investasi Sumatera Barat

Peluang Investasi Sumatera Barat

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 , 16:03:00